SEKOLAHKU LADANG AMALKU
SEKOLAHKU SMP NEGERI 2 NEKAMESE
(Pengabdian Seorang
Guru Desa Untuk Indonesia)
- Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H
-
Cover Buku dengan ISBN: 978-602-457-760-5
Masih segar dalam ingatan saya, pagi itu saya
berangkat dari rumah di Namosain ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Provinsi Jalan Soeharto No. 57 Kota Kupang pada pukul 07.00 WITA. Kami memang
dijanjikan pada hari itu untuk datang mengambil surat perintah bertugas oleh
staf beliau, setelah saya menerima surat keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia, nomor : 20389/A2/KP/1998. Dengan nomor induk
pegawai (NIP) : 132 203 606 yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal : 23
Januari 1998.
Surat Keputusan sebagai Pegawai Negeri
Sipil atas nama saya, Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno dari Jakarta ditanda
tangani oleh Kepala Bagian Pemberhentian dan Pemensiunan pada Koordinator
Urusan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi, Biro Kepegawaian, Bapak
Purnama Hadi, S.H dengan NIP. 131 467 045. Pagi itu saya diantar oleh suami
dibonceng sepeda motor butut milik suami satu-satunya ke tempat tugas yang
tertera dalam surat tugas tersebut di SMP Negeri 3 Kupang Tengah, Kabupaten
Kupang.
Dari kantor dinas saya dan suami menuju
sekolah dengan dipandu oleh staf Bapak Nicolaus Nonoago, suami yang paling
banyak tahu seluk-beluk Kota dan Kabupaten Kupang yang menerima arahan
tersebut. Kami pamit dan melaju berdua menuju ke SMP Negeri 3 Kupang Tengah,
Kabupaten Kupang. Dalam perjalanan kami harus berhenti beberapa kali, sebab
saya dalam keadaan mengandung anak ketiga “Ayudia Riski Alauddin”.
Kandungan saya ketika itu sudah
memasuki bulan ke enam menuju bulan ke tujuh. Tak berapa lama saya mengajar di
sekolah baru itu, saya pendarahan, dan pembukaan dalam kandungan saya. Ketika
mengajar dalam kelas perut terasa mulas mau melahirkan, dan benar saya
dilarikan ke puskesmas pembantu di desa Besmarak oleh almarhum Bapak Jeremias
Bessie wakil kepala sekolah waktu itu.
Beliau bertindak sebagai atasan saya,
juga mewakili suami yang tidak ada didekat saya. Bapak Bessie menanyakan
keadaan kandungan saya, lalu Ibu Yanse Manafe bidan Desa Besmarak menjawabnya,
“Sudah pembukaan dua Bapak, bagaimana ini Bapak?...”, kami tidak ada alat-alat
yang memadai di sini, keadaan waktu itu PUSTU Desa Besmarak masih belum lengkap
pelayanannya. Ibu Yanse bertugas sendirian.
Almarhum
Bapak Jeremias Bessie, BA (Paling kanan berdiri sendiri), Wakil Kepala Sekolah
yang membawa saya ke PUSTU (Puskesmas Pembantu) Desa Besmarak ketika saya
pendarahan di dalam kelas, akan melahirkan anak ketiga.
Betapa beban perjalanan ke sekolah yang tidak mudah ketika itu, jarak tempuh yang sangat jauh dengan kondisi berbadan dua, naik sepeda motor butut yang duduk dibelakang nungging kedepan, benar-benar terasa berat bagiku kala itu.
Teringat pada kejadian beberapa tahun yang lalu, calon anak keenam saya keguguran diatas sepeda motor dalam perjalanan pulang sekolah, setelah beberapa hari saya naik pesawat mengantar dan memberikan bimbingan dan pembinaan kepada pengurus wilayah Wanita Islam Kabupaten Ende Flores tentang pembelajaran Keaksaraan Fungsional dengan di ikuti penyerahan dana sebanyak 5 kelompok warga belajar buta aksara di Kabupaten Ende.
Hari itu saya bersama ke tiga anak
saya, pulang dari sekolah melaju dengan kecepatan tinggi menuju LPMP NTT.
Mengejar waktu untuk bisa berjumpa pejabat kepala LPMP NTT Bapak Drs. Ismail
Kasim. Ketika saya turun dari sepeda motor, terasa ada sesuatu yang aneh dalam
tubuh saya, tetapi saya merasa nyaman saja, karena saya sedang hamil empat
bulan menuju bulan ke lima.
Begitu keluar dari ruang kepala, pas di
depan pintu saya melihat darah yang begitu banyak di bagian bawah baju. Melihat
keadaan itu saya tak boleh panik, sebab diatas sepeda motor ada 3 anak saya .
Ayu berteriak, “Mama ada darah di baju Mama”, lalu diikuti tangisan kedua
adiknya Iqbal dan Riski yang masih balita, mereka berdua menangis karena
melihat mamanya keluar dari ruang kepala LPMP NTT dengan baju bagian bawahnya
berdarah-darah.
Sebagai mama yang bertanggung jawab
terhadap mental anak-anaknya, saya memberikan kekuatan pada ketiga anak saya.
“Amaaan, mama tidak apa-apa”, jawab saya kepada mereka. Kondisi saat itu memang
tidak sakit, dengan darah terus keluar saya laju sepeda motor dengan 3 anak di
belakang tanpa mempedulikan sekeliling saya. Tujuan saya mengantar anak pulang
sampai rumah, dan mencari bantuan atas kandungan saya yang sudah berdarah-darah
sepanjang perjalanan dari kantor LPMP NTT menuju rumah di Namosain.
Itulah kisah perjalanan sekolah yang
sungguh sangat jauh bagi saya. Ketika itu, perjalananku mencari sekolah tempat
mengajar masih kami cari terus dimanakah Desa Besmarak itu?..., dimanakah SMP
Negeri 3 Kupang Tengah itu?. Setiap berhenti untuk istirahat, kami bertanya
kepada yang bisa kami tanyai tentang Desa Besmarak, tentang SMP Negeri 3 Kupang
Tengah.
Setiap kali bertanya kepada orang,
selalu mereka menjawab, “Sudah dekat pak, lurus saja terus, nanti ada belokan
ke kiri jalan aspal, bapak belok kiri. Nah sampai di situ bapak dan ibu
bertanya lagi”. Beberapa kali berhenti dan bertanya selalu di jelaskan seperti
itu, padahal sekolah itu masih jauh untuk ukuran kami waktu itu. Hingga hampir
putus asa, kami berdua akan balik pulang ke rumah. Jarak yang tidak dekat untuk
ukuran kami, apalagi saya dalam keadaan mengandung anak ketiga pada bulan
keenam lebih beberapa minggu.
Ketika kami telah lelah bertanya, dan
hendak kembali pulang ke rumah, tiba-tiba dari kejauhan kami melihat
segerombolan anak-anak berbaju putih biru. Suami berteriak, “Itu maa…, ada anak
SMP bergerombol, kita tanya kepada mereka dulu. Jika sekolah itu yang dimaksud
kita datangi maa, jika bukan kita pulang ke rumah. Besok kita cari lagi maa.”
Begitu kata suami ketika itu.
Perjalanan yang sangat jauh, sudah
menyurutkan niat saya untuk mengajar di sekolah itu. Alhamdulillah, pada
seragam anak-anak itu tertera SMP Negeri 3 Kupang Tengah. Kami bertanya kepada
mereka, “Dimana sekolah kalian?...” Mereka menjawab hampir bersamaan, “Naik
keatas lurus saja, nanti ada kantor Desa Besmarak, ada belokan kiri jalan
aspal, di belakang kantor desa, jalan sedikit saja, itu sekolah kami”.
Rupanya anak-anak desa sudah terbiasa berjalan kaki, dan bagi mereka jalan yang kami tanyakan sejak di awal tadi memang dekat. Ha ha ha . . . Hal ini saya rasakan sendiri ketika saya berkunjung pada anak-anak yang lama tidak masuk sekolah. Sejak awal saya menjadi guru pada SMP Negeri 2 Nekamese yang telah berganti nama beberapa kali. Peserta didik kami memang bertempat tinggal sangat jauh dari sekolah, dan mereka berjalan kaki ketika pergi dan pulang dari sekolah.
Foto ketika pertama menjadi guru di
desa sesuai SK penempatan tugas, sekarang telah berganti nama SMP Negeri 2
Nekamese, Kabupaten Kupang NTT.
Jarak tempuh dari rumah tempat tinggal mereka ke sekolah membuat anak-anak dari desa yang jauh dari sekolah, enggan ke sekolah apabila bangun kesiangan. Karena hal inilah ada beberapa anak didik kami yang suka tidak datang ke sekolah tanpa alasan. Mereka anak desa, yang jika bangun kesiangan akan terlambat ke sekolah dan kena sanksi dari guru piket.
Mereka sebenarnya suka ke sekolah dan
senang serta bahagia berada di sekolah, berkumpul dengan teman-temannya dari
desa yang lainnya, tetapi jika bangun kesiangan mereka akan terlambat tiba di
sekolah. Rasa malu kena sanksi dan rendahnya harga diri mereka di berikan
hukuman mencuci WC sekolah, serta membersihkan halaman sekolah, serta mencabut
rumput halaman depan kantor guru, tak jarang hal itu di saksikan oleh teman
sebayanya sehingga mereka malu untuk datang terlambat ke sekolah. Mereka
memilih untuk tidak pergi ke sekolah, dan membantu orang tuanya berkebun, atau
beternak sapi, kambing, dan babi serta ayam.
Keterangan
gambar :
Salah satu murid yang orang tuanya tinggal di Kabupaten Rote Ndao. Muridku tinggal bersama Neneknya di Kabupaten Kupang (Gambar 2 & 3), inilah pekerjaan anak desa, yang rata-rata menjadi peternak sapi bagi keluarganya. Gambar di atas murid kelas VIII sedang memberikan makan sapi milik Pamannya yang dipanggil OM (Gambar 1). Pada gambar 4, saya sedang mengajar di Rumah Bapak Jonh Sakau. Kelompok Wilayah Gang Baru Desa Tunfeu, Kelas VII, materi “Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara”.
(Dokumentasi Pribadi ketika keliling dari desa ke desa musim pandemi covid – 19, sebagai laporan tugas BDR, guru keliling dari desa ke desa memberikan pelajaran dari rumah ke rumah dan memberikan tugas mandiri, pada tanggal 27 Juli 2020).
Singkat cerita saya akhirnya mengajar
di SMP Negeri 3 Kupang Tengah sejak hari itu, dan sekolah tempat saya
mengabdikan diri sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan (PPKn), dari nama awal dalam Surat Perintah Bertugas, hingga
hari ini. Sekolah tempat saya mengajar sudah berganti nama sebanyak 2 kali,
dari nama SLTP Negeri 3 Kupang Tengah, menjadi SMP Negeri 7 Kupang Tengah, lalu
berganti nama menjadi SMP Negeri 2 Nekamese hingga hari ini.
Saya terus bersemangat untuk mengajar
peserta didik saya di desa. Sambil memberi inspirasi kepada anak didik, saya
mengabdikan diri menjadi pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia Wilayah NTT
(AGUPENA NTT). Serta menjadi narasumber teman guru se tanah air melalui kelas
WAG MBI (Kelas belajar menulis buku inspirasi). Menulis pasti menjadi buku
ber-ISBN (International Standard Book
Number). Kegiatan dalam KELAS WAG MBI adalah ide/gagasan yang timbul dalam
diri saya atas keprihatinan teman-teman yang berhenti pada pangkat dan golongan
IV/a begitu lama. Hal ini karena banyak sahabat guru yang tidak paham syarat
untuk naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi dari golongan pangkat III/c
keatas.
Sebagai guru yang juga pernah mengalami
nasib sama seperti sahabat guru se-Indonesia, saya membuka kelas tersebut
dengan melatih menulis pasti menjadi buku yang ber-ISBN. Dengan passion diri saya “Menulis semudah ceplok telur”. ISBN adalah kode pengidentifikasian
buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit
tercakup dalam ISBN yang terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi
identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.
Salah satu syarat untuk naik pangkat ke
jenjang berikutnya seorang guru harus menulis buku yang ber-ISBN. Dalam kelas
yang telah saya gagas seorang diri ini, akhirnya dapat menemukan tim kreatif
yang dapat membantu saya bekerja bersama-sama, untuk memberikan inspirasi
menulis pasti menjadi buku yang ber-ISBN sebagai salah satu syarat untuk
kenaikan pangkat guru dari golongan IV/c ke IV/d.
Perjalanan hidup yang saya landasi
dengan ibadah kepada Allah Swt, tanpa pamrih dan tanpa harus menjilat atasan,
serta sikut kiri dan kanan. Menjadikan saya pribadi yang sabar dan ikhlas dalam
menjalankan tugas tanpa memiliki ambisi apapun kecuali mengharap ridho Allah
semata. Dengan terus memiliki jiwa inspirasi serta membuat sekitar saya menjadi
cerdas dengan banyak membaca dan meningkatkan kompetensi diri. Saya begitu
percaya diri dengan hanya menjadi guru di desa, dan tetap memiliki kharisma serta
dikenal banyak orang terutama para guru se-Indonesia.
Saya bangga menjadi guru desa, dan tak
memiliki ambisi apa pun kecuali mengajak orang meningkatkan kompetensi diri
dengan tetap berpegang pada kebenaran dan kejujuran yang hakiki. Saya
benar-benar menanamkan rasa percara diri dalam diri saya pribadi, bahwa menjadi
hebat itu tidak harus menjadi pejabat. Apalah arti menjadi pejabat, jika itu
dihasilkan dari menjilat atasan, sikut kiri, sikut kanan, dan fitnah orang
tanpa alasan, serta menginjak bawahan. Bagiku itu hal yang tak manusiawi, dan
sangat tak layak untuk saya lakukan.
Pertanggung jawaban atas pekerjaan dan
upah yang saya terima akan saya pertanggung jawabkan di hadapan Allah Swt kelak,
ketika saya menuju hari keabadian. Bukan kepada atasan atau kepala dinas saya.
Karena hal itulah, saya harus benar-benar bekerja dengan hati yang ikhlas lahir
batin tanpa mengharapkan pujian apalagi jabatan yang hanya sementara sifatnya.
Perjalanan hidup yang berliku-liku
telah saya lalui dengan terus bergembira menjalankan aktivitas saya sebagai
guru desa. Saya tak pernah hiraukan apa kata orang kepada saya. Apa pun itu,
saya tetap memperhatikan dan terus memberikan inspirasi kepada peserta didik
juga sahabat yang memiliki hobi menulis serta mau membangun diri menjadi lebih
baik dari waktu ke waktu. Prinsip hidup saya adalah bagaimana kita bekerja
dengan sabar dan setulus hati mengharapkan ridho Allah semata, dan terus
berjuang untuk kemaslahatan umat.
Bekerja bukan untuk dilihat orang, dan
tak perlu mencari penilaian orang terhadap kinerja kita. Bekerja… bekerja…
bekerja… dan bekerja itulah yang saya lakukan selama bertahun-tahun di SMP
Negeri 2 Nekamese di Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Langkah seribu
diawali dari langkah pertama. Saya memiliki hobi menulis, dan tulisan saya
pertama ini membawa saya pada mimpi saya yang telah terwujud saat ini, yaitu
menjadi guru yang juga menjadi penulis buku.
Surat Keterangan dan Cover Majalah
FORWAS
Ketika saya berhasil menorehkan buah karya saya, berupa hasil pemikiran yang sederhana dalam tugas guru sehari-hari, saya terus belajar dengan banyak membaca buku. Ketika itu, saya belum tahu apa makna dari membaca buku, yang saya tahu, saya terus belajar, dan belajar, dengan membaca buku dan terus membaca. Sementara disekeliling saya, sibuk dengan ambisinya untuk meraih apa yang menurut saya tak perlu untuk kita cari-cari.
Yang kejam lagi, mereka meraih ambisinya dengan cara yang tak wajar, menjilat atasan, sikut kiri dan sikut kanan, lalu injak kami bawahan, serta fitnah yang kejam. Saya terus berlari mengejar ketertinggalan saya dalam dunia pendidikan. Semakin saya banyak membaca buku, semakin saya merasa tertinggal, betapa banyaknya perubahan dan ilmu pengetahuan yang saya tidak kuasai. Dari rasa tidak tahu, saya tulis satu persatu hingga menjadi sebuah makalah dan layak untuk di seminarkan.
Pada materi dengan judul : “Profesionalisasi Guru Menuju Insan Cerdas
dan Kompetitif”, pada seminar ini saya bersama Prof. Frans Umbu Datta
ketika itu beliau adalah Rektor Universitas Nusa Cendana. Makalah beliau, “Upaya Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya
Saing dalam Pembangunan Pendidikan di Nusa Tenggara Timur”. Rasa bangga
bisa menjadi pemakalah seminar tingkat Provinsi dan bersanding bersama Profesor
bidang sains dari perguruan tinggi negeri terbaik se-Nusa Tenggara Timur.
Ada yang lucu pada kejadian seminar
ini, honor saya lebih besar dari honor seorang guru besar bergelar Profesor.
Sempat menjadi perbincangan setelah kegiatan dan makan siang bersama. Dalam
perbincangan tersebut Kepala LPMP NTT (Bapak Drs. Ismail Kasim), menyampaikan
bahwa, hal itu terjadi karena tempat tugas saya diperhitungkan berdasarkan
jarak unit kerja dengan tempat kegiatan Aula LPMP NTT. Maka terjadilah
kelebihan biaya transport dan akomodasi. Saya mendapatkan dukungan penuh dari
Bapak rektor (Prof. Frans Umbu Datta), beliau berpesan agar saya terus belajar
supaya ke depan lebih baik lagi. Dorongan semangat dari beliau memacu diri saya
untuk terus belajar, belajar, belajar, dan belajar.
Semua
kenangan indah saya dalam meniti karier sebagai guru professional saya
abadikan, termasuk amplop honor tertinggi saya sebagai narasumber seminar
“HARDIKNAS 2008 SEBAGAI BAGIAN DARI PERINGATAN 100 TAHUN KEBANGKITAN BANGSA”
ini.
Dari pengalaman menjadi pemakalah
seminar tingkat Provinsi NTT, saya dihubungi oleh pihak kampus Universitas
Negeri Malang, Bapak Dr. Istamar Syamsuri beliau Dekan Fakultas MIPA. Beliau
menawarkan kepada saya menjadi pemakalah seminar nasional. Ketika dihubungi via
telepon, ketika itu WhatsApp belum
popular, saya menjawab dengan penuh percaya diri. Padahal makalah yang mau di
seminarkan belum punya, percaya diri saja dan Alhamdulillah semua berjalan
lancar.
Menjadi pemakalah seminar Lesson Study tingkat nasional dengan keynote speaker tenaga ahli dari Negara
Jepang, saya lewati dengan baik meskipun ada sedikit kendala kesehatan setelah
itu. Kejadian demi kejadian saya membawa nama Nusa Tenggara Timur di tingkat
nasional, dan Kabupaten Kupang di tingkat Provinsi NTT. Secara keseluruhan saya
membawa nama SMP Negeri 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese di
Kabupaten Kupang.
Dari kegiatan ini saya memiliki 3
Prosiding, Alhamdulillah rasa syukur tak pernah berhenti saya panjatkan kepada
Allah atas anugerah yang ini. Semua prosiding tersebut hingga kini tersimpan
rapi sebagai arsip di perpustakaan Univrsitas Negeri Malang Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam. Saya memiliki masing-masing 1 prosiding sebagai
arsip pribadi, juga sebagai bahan belajar saya menulis Best Practise juga PTK (Penelitian Tindakan Kelas).
Dalam setiap kegiatan baik di tingkat
Provinsi maupun tingkat Nasional saya selalu membawa nama baik SMP Negeri 2
Nekamese, dari SK awal terbit hingga tahun 2020. Baik dalam pembelajaran di kelas
dengan segala keterbatasannya, maupun kegiatan ekstra kurikulernya.
Saya ketika silahturahmi ke UM mencari prosiding yang ada tulisan saya, untuk bahan DUPAK naik pangkat, tampak tulisan saya tercantum dalam daftar isi.
Setelah seminar demi seminar sebagai
pemakalah, baik tingkat Provinsi NTT hingga Nasional, saya beranikan diri untuk
mengikuti lomba tingkat Nasional, kali ini saya ikuti lomba guru inspirasi
dengan tema : “My Teacher My Hero Award
Indonesia Digital Learning” bersama Telkom dan Intel Prosessor pada tahun
2015. Ini kali pertama saya ikut lomba dan menjadi juara kedua tingkat
Nasional. Rasa bangga kembali menyelimuti hati saya. Meleleh air mata haru pada
setiap moment yang saya lalui nyaris tanpa dukungan kepala sekolah. Semua
kegiatan saya ceritakan kepada kepala sekolah, tetapi sambutan kepala sekolah
sebagai pimpinan biasa-biasa saja.
Pernah saya putus asa ketika
menyelesaikan bahan presentasi, semua kegiatan guru yang kita presentasikan
adalah hasil karya kita dalam dunia menulis, dan tulisan itu adalah cerminan
kinerja kita di sekolah. Tanpa dukungan di tingkat awal (sekolah), rasanya
sulit bagi kita untuk bisa bersaing. Rasa percaya diri dalam dada yang membuat
saya begitu berani melangkah sendiri untuk sebuah prestasi diri, juga
memberikan tauladan kepada para peserta didik saya.
Setiap rasa putus asa itu datang
melanda jiwa saya, tempat saya curhat adalah sajadah panjang alas sholat milik
saya yang setia menemani dalam suka dan duka sebagai musafir di muka bumi ini.
Saya bentangkan sajadah panjang saya, dan saya tunaikan kewajiban saya sebagai
hamba Allah di muka bumi ini. Saya mengadu, curhat, dan mohon bimbingan serta
perlindungan atas apapun yang saya lakukan, agar Allah berkenan dan meridhoi
apa pun yang saya lakukan.
Dari kekuatan doa dan pengharapan saya
kepada Allah Swt, menjadikan saya pribadi yang luar biasa. Di luar sana banyak
yang berbicara tentang saya, tetapi saya tak mau tahu hal itu. Sebab jika saya
menanggapi hal itu (pembicaraan orang tentang saya), akan banyak menguras
energi dan pikiran saya. Lebih baik saya menuliskan apa yang ada di pikirann
juga hati saya untuk memberikan inspirasi yang positif kepada semua umat di
muka bumi ini.
Keberanian dan mental baja serta
percaya diri yang kuat, saya berhasil melampaui ujian demi ujian hingga
prestasi itu saya raih dengan hanya bergantung kepada Allah Azza wa Jallah,
anugerah indah ini begitu berkesan sepanjang hidup saya. Pertama ikut lomba dan
juara kedua, bukan juara di tingkat kabupaten, tetapi langsung menjadi juara
dua tingkat nasional. Subahanallah…
Materi dalam lomba itu adalah kegiatan
saya sebagai guru desa yang diberikan tugas tambahan sebagai instruktur Kabupaten
Kupang. Ide sederhana yang saya kemas dalam tulisan inspirasi dan mendapatkan
perhatian dewan juri serta harus saya presentasikan di hadapan peserta seluruh
Indonesia juga panitia penyelenggara dan dewan juri yang terhormat. Akhirnya
mendapat simpati dari dewan juri dan menjadi juara kedua.
Foto kenangan bersama 45 finalis seluruh Indonesia
Tahun 2020 adalah tahun dimana kita
semua berjuang melawan covid-19. Tak terkecuali kami di Desa Besmarak, SMP
Negeri 2 Kabupaten Kupang NTT. Keadaan sekolah yang berada di desa, membuat
kami tak bisa melakukan tatap muka juga melakukan pembelajaran melalui jaringan
internet. Masyarakat di desa tempat saya mengajar tidak memungkinkan untuk
belajar dengan menggunakan HP. Maka solusinya kami berkunjung dari rumah ke
rumah, dari desa ke desa, dengan jalan desa yang bermacam-macam.
Perjalanan PJJ (Pembelajaran Jarak
Jauh) kami tempuh dengan sepeda motor. Suka duka perjalanan PJJ kami rekam
dalam tulisan sekolahku ini dengan harapan menjadi kenangan indah bagi saya
menjadi guru desa dengan segala keterbatasannya. Agar menjadi kenangan terindah
dalam hidup saya sebagai guru desa di Nusa Tenggara Timur, saya bangga menjadi
guru desa!.
Tampak dari dalam rumah peserta didik beralaskan tanah
Rumah Peserta didik di desa Oben kelompok belajar kelas 8

Memiliki hobi membaca, menulis, traveling,
dan berenang. Pendidikan terakhir program Sarjana S1, FKIPS Jurusan PMP/Kn,
IKIP PGRI Surabaya dan program Sarjana S1, Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum,
Universitas Wijaya Putra Surabaya.
Berprofesi sebagai guru mata
pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 2 Nekamese,
Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Instuktur Provinsi NTT
pada Mata Pelajaran PPKn Jenjang SMP Kurikulum 2013. Narasumber literasi daerah
perbatasan. Narasumber literasi tingkat nasional bersama PGRI Pusat (dalam
kelas belajar menulis bersama Om Jay, Blogger Ternama Indonesia).
Prestasi yang pernah diraih yakni
Juara kategori kedua tingkat Nasional dalam Lomba Guru “My Teacher My Hero
Award Indonesia Digital Learning Tahun 2015” Bersama Telkom dan Intel
Prosessor. Penggiat literasi Nusantara dan motivator menulis buku.
Mulai serius menekuni dunia menulis
sejak bergabung dengan Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah Nusa
Tenggara Timur, sejak berdirinya di NTT pada tanggal 15 Desember 2014 sebagai
pendiri dan menjadi pengurus inti.
Penulis artikel pada majalah :
Ø FORWAS (Majalah Forum Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan
Nasional), Forum Pengawasan Nomor 26/XII/2007, dengan judul “Peran Guru Sebagai
Organisator & Administrator.” Pada halaman : 24, 25, dan 26.
Penulis Karya Tulis Ilmiah pada Prosiding :
1. Karya tulis yang berbentuk makalah ilmiah yang di seminarkan tingkat
nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 9 Oktober 2010, dimuat
& diterbitkan pada PROSIDING, dengan ISBN : 978-602-97895-0-8, dengan Judul
: “Pendukung dan Kendala dalam Menyelenggarakan Lesson Study di Kabupaten
Flores Timur.” di muat pada Makalah Umum.
2. Karya tulis berbentuk makalah ilmiah populer yang di seminarkan tingkat
nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 12 November 2011, karya
tulis ilmiah diterbitkan pada PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY IV,
dengan ISBN : 978-602-97895-5-3, dengan judul : “Peran Lesson Study dalam
meningkatkan profesionalisme pendidik dan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2
Nekamese, Kabupaten Kupang.” di muat pada Makalah Umum.
Penulisan Karya Tulis Ilmiah pada Jurnal Ilmiah PEN@ GURU Agupena NTT :
1. Nomor 08 Tahun V, edisi khusus Hari Guru Tahun 2019, dengan judul Best
Practise: “Membangun Budaya Menulis Guru Sasaran PPKn Melalui Program
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi di Kabupaten Kupang”
2.
Nomor 12 Tahun VI, edisi khusus Hari
Pendidikan Nasional Tahun 2020, dengan judul Best Practise : “Facebook sebagai kelas bagi peserta
didik Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang”
3.
Nomor 14 Tahun VI, edisi khusus Hari
Kemerdekaan RI Tahun 2020, dengan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK):
“Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning
pada Materi Peraturan Perundang-undangan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir
Tingkat Tinggi Peserta Didik Kelas VIIIC SMP Negeri 2 Nekamese”.
Penulis buku tunggal :
1. GURU adalah INSPIRASI serial “Pelita Kampung Beta Jejak Juang Guru Desa
di NTT” dan menjadi buku Best Seller Nusantara.
2. Melejitkan Berpikir Tingkat Tinggi PPKn Melalui Discovery Learning.
3. GURU adalah INSPIRASI serial “Menulis Blog itu Keren”
Penulis buku Antologi :
1. Ukir Prestasi Tebar Inspirasi, Surakarta, Jawa Tengah (27 September 2020)
2.
Secercah Harapan dalam Keterbatasan, Sukoharjo, Jawa
Tengah (6 Oktober 2020)
3. Pahlawan Dalam Hidupku, Solo, Jawa Tengah (Oktober 2020)
4. Berbagi Kisah Inspirasi Menuju Sukses,
Antologi Belajar Menulis Bersama
Bunda Lilis. Sukoharjo, Jawa Tengah (Oktober 2020)
5. Merdeka Belajar Kisah Inspiratif,
Antologi Belajar Menulis Bersama
Bunda Lilis. Sukoharjo, Jawa Tengah (Oktober 2020), Sukoharjo Jawa Tengah
(Oktober 2020)
6.
Hadiah Untuk Bundaku Jilid 1
Antologi Persembahan Khusus Buat IBU,
Bersama “KELAS WAG MBI” Bunda Lilis Sutikno. Sukoharjo Jawa Tengah (Desember
2020)
7.
Memberi Insprasi Untuk Negeri, Antologi Kisah WIT 2020 Bersama Bunda
Lilis Sutikno. (Maret 2021)
8.
Sekolahku Ladang Amalku, Antologi Cerita Tentang Sekolahku Bersama
KELAS WAG MBI Bunda Lilis Sutikno. (Maret 2021)
Editor Buku :
1. Antologi Puisi “Cinta Tergerai”
Karya Bergita Kapa, S.Pd
2. Antologi Puisi “Mimpi dan
Cita-citaku” Karya Maria Stefania Tanggela
3. Antologi Puisi “Beringin Tua”
Karya bersama peserta didik SMP Katholik Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus
Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
4. Antologi Puisi “Celotehan Hati
Terselatan Indonesia” Karya Agus Hartatik, S.S., M.Pd
5. Antologi Puisi “Mengungkap Nuansa
Makna Lewat Goresan Puisi Jilid 1” Karya Maksuddin, S.Pd., M.Hum
6. Antologi Puisi “Coretan Pena Sang
Musafir” Karya Suster Modesta Abuk Manek, SSpS., S.Pd
7. Antologi Puisi “Generasi Melineal
to Generasi Covid-19” Karya bersama Dra. Rukmini Dwi Wanti, Prof.
Pujiati,M.Soc. Sc.,Ph.D, Suster Modesta Abuk Manek, SSpS., S.Pd
8.
Berdaya Menghadapi Tantangan Era Pandemi, “Kisah guru kreatif menghadapi tantangan
mengajar Era Pandemi Covid-19”. Karya Mulyani, S.Pd
9.
Panggil Aku NUS, “Kisah Inspirasi Perjalanan Manusia Dalam
Bimbingan Tuhan”. Karya Nophita Nusyati Natujelita Ataupah, S.Pd.
Blog : www.guruinspirasintt.com
,
Facebook : Lilis Sutikno (Mbak Pipin) ,
Alamat email : ibugurucantik@yahoo.com
Dapat dihubungi pada nomor HP/WA: 082 226 376 157
YA ALLAH BUNDA , TAK SANGGUP SAYA BICARA... tak sanggup. sukses dan sehat selalu.
BalasHapusPerjuangan dan doa bu
Hapus